Senin, 05 Agustus 2013

Perkenalan Pertama eps. 3



 
ilustrasi
Sesampainya di Kedai Coffee, Andre melihat Adri sedang duduk bersama seorang wanita. Dia sama sekali tidak berpikir bahwa wanita yang sedang bersama Adri itu adalah Rini.
“Hei, Dri!” sapa Andre.
“Hei, Ndre. Udah dateng lo” basa-basi Adri. “Kenalin nih temen gue, namanya Rini. Rini, ini temen aku Andre.”
“Andre.” Andre mengulurkan tangannya pada perempuan yang sedang bersama Adri.
“Rini” perempuan itu juga mengulurkan tangannya.
Tiba-tiba jantung Andre berdebar seperti ada sesuatu yang membuat tangan Andre berpegang erat pada tangan Rini saat berjabat.
“Ayo! Kita ngobrol bareng.” Ajakan Adri.
Obrolan mereka tampak seperti bahagia. Antara senyum dan tertawa bersama tercampur disitu.
Andre pun sesekali memandang senyumnya Rini. Dia terlihat menanamkan sebuah perasaan dihatinya. Entah itu cinta atau hanya sekedar rasa kagum.
Setelah 2jam mereka asik mengobrol. Rini mengeluarkan ponsel dari dompetnya dan memencet-mencet tombol seperti sedang membalas pesan.
“Eh maaf ya. Aku harus pulang.” Ujar Rini.
“Yaudah. Mau aku anter?” Andre menawari tumpangan.
“Oh ngga usah. Aku dijemput kok” Tolak Rini “Makasih ya. Bye!”
Rini berjalan keluar dari Kedai Coffee. Dari dalam, terlihat Rini menaiki mobil sedan berwarna hitam yang parkir dipinggir jalan. Andre hanya berpikir itu Ayahnya atau supirnya yang menjemput Rini.
Tak lama, Adri menawarkan secangkir susu panas untuk Andre.
“Gue bikinin susu panas ya.”
“Ngga usah, makasih. Gue mau cabut, kayanya gue harus selesein novel gue. Makasih ya, Dri.”
“Oh yauda”
Andre mengambil tas, lalu beranjak keluar Kafe. Dia menaiki motornya dan menarik gas. Melaju dan bercampur dengan kendaraan lain dijalan.
Senyum dan suara perempuan itu masih terbayang didalam pikiran Andre. Dia sangat bahagia atas pertemuan tadi.
Andre menghentikan motornya dihalaman parkir Perpustakaan Umum, Ia mengambil ponsel disaku celananya dan memencet-mencet tombol.

“Hallo Ndre?” Terdengar sahutan seorang perempuan.
“Rin. Kamu udah sampe rumah?”
“Iya, udah sampe rumah”
“Oh, syukurlah”
“Kamu dimana, Ndre? “ tanya Rini
“Aku diparkiran Perpustakaan Umum, nih”
“Mau ngapain emang?”
“Mau cari-cari inspirasi aja buat nyelesein novel”
“Oh, ternyata kamu suka nulis, ya?”
Andre tertawa “Ngga, aku Cuma lagi belajar.”
“Oh begitu. Bagus deh”
“Hehe, udah dulu ya. Aku mau masuk nih!” Andre menutup pembicaraan.
“Iya, iya”
“Bye”
Andre menutup telepon dan memasukannya kembali ponselnya kedalam saku, lalu segera masuk kedalam perpustakaan umum.
Selain Kedai Coffee sebagai tempat favoritnya. Perpustakaan Umum juga menjadi tempat favorit Andre saat mengerjakan tugas-tugas kuliahnya atau sekedar membaca novel-novel sebagai inspirasi untuk menyelesaikan novel yang sedang Ia buat.
Didalam perpustakaan, banyak pengunjung yang sedang mencari-cari buku, membaca buku, mengerjakan tugas sekolah dan kuliah dan ada juga yang memainkan laptopnya. Andre mengambil sebuah novel fiksi yang menurutnya menarik unuk dibaca. Dan ia memilih kursi baca yang dekat dengan rak buku novel itu, lalu mendudukinya sambil menaruh tasnya dimeja. Perlahan, ia melihat-lihat daftar isi dan mulai membuka lembaran-lembaran novel tersebut.
Andre masih memikirkan sosok Rini. Waktu demi waktu, perasaannya kian bertambah pada wanita berambut panjang itu.
Telah lama Andre membaca novel di perpustakaan umum, pengunjung perpustakaan pun mulai kosong. Andre melihat jam tangannya yang menujukkan pukul 15.00. Tampaknya perpustakaan akan tutup. Andre mengambil tasnya dan menyimpan buku yang dia baca ke tempat semula, lalu keluar. Dia pun menaiki motornya, menarik gas dan pulang ke rumahnya.
***
bersambung...

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih ingin mengkritik postingan saya.

Kritik dan Saran anda sangat kami butuhkan demi kemajuan situs saya kedepannya.

Masukan nama anda, dan kritiklah!