Jumat, 02 Agustus 2013

Perkenalan Pertama eps. 1


ilustrasi

Kedai coffee adalah tempat favorit Andre. Ia banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya di tempat itu. Kadang, jika tidak ada pekerjaan rumah, ia selalu datang ke tempat itu. Pemilik kafe itu adalah ayah dari sahabatnya bernama Adri. Mereka telah kenal lama dan begitu dekat.
Kafe yang terletak diantara pertigaan jalan Bogor dan jalan Jakarta itu, begitu terilihat nyaman. Suasana yang indah, tentram, dan bersih dengan dialuni nyanyian mellow itu cocok bagi pelajar dan mahasiswa. Itulah alasan Andre selalu datang ke kafe itu.
Pukul sepuluh pagi, setelah Andre menyelesaikan tugas kuliahnya. Ia datang ke Kedai Coffee untuk beristirahat dan memesan susu panas favoritnya. Sambil menunggu pesanan datang, Andre mengeluarkan laptop dari tasnya dan menyalakannya untuk menyelesaikan novel yang sedang dibuat olehnya. Dia memang memiliki hobi menulis novel sejak SMP.
Andre mengalihkan pandangannya kesudut Kedai yang lain. Ia melihat seorang wanita cantik berambut panjang. Bola matanya hitam, kulitnya putih, dagunya lancip, dan beralis tebal. Wanita itu terlihat sedang menunggu seseorang.
Sesekali, Andre melihat perempuan itu tersenyum-senyum sendiri saat mengetik dilaptopnya.
“Oy!” Adri mengagetkan Andre sambil mengantarkan pesanannya.
“Eh, elo Dri. Ngagetin aja”
“Udah lama lo disini, Ndre? Nih pesanan lo!” basa-basi Adri.
Adri seringkali mengantarkan pesanan sahabatnya. Walau ia punya 4 orang pegawai diKafenya.
“Ngga, barusan saja. Iya thanks”
“Eh, ngapain lo senyum-senyum sendiri? Ah. Ngeliatin cewe itu,kan?” pertanyaan Adri yang mungkin bergurau sambil melirik perempuan yang sedang duduk dipojok kafe. Karena memang pengunjung Kafe hanya Andre dan seorang perempuan.
“Ngga, gue kagum aja sama ketikan gue.” Jawab Andre dengan mengalihkan perhatian Adri.
“Alah, jangan bohong deh! Eh, gue punya nomor handphone nya loh.” Adri memancing Andre.
“Serius lo?” Andre tampak kaget dan terkena pancingan Adri.
“Tuh kan!” Adri sedikit tersenyum “Dari tadi lo pasti ngeliatin dia”.
“Mungkin iya!” Sahut Andre menutup pembicaraan dan meminum susu panas pesanannya.
“Nama dia itu Rini. Dia tinggal di Jl. Kenari. Kuliah di Unsika.” Ujar Adri.
“Oooh!” jawab Andre seperti yang tidak peduli tentang wanita itu dan memutuskan untuk pulang lalu membayar susu panas “Eh, gue cabut dulu ya! Masih ada kerjaan dikosan, nih bayar susu. Thanks ya, Dri!”


bersambung...

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih ingin mengkritik postingan saya.

Kritik dan Saran anda sangat kami butuhkan demi kemajuan situs saya kedepannya.

Masukan nama anda, dan kritiklah!